Pura, Pantai, Senja

Dari Jalan Sunset Road —yang panjang, panas, dan membosankan- berbeloklah ke kiri menyusuri Jalan Kayu Aya yang glamor, hip dan supersibuk. Atau, kalau kau dari arah Kerobokan, berbeloklah di pertigaan Batubelig dan ikuti jalan yang terbentang dari Hotel Neo Seminyak. Dari kedua arah itu, di tengah-tengah kau akan menjumpai Pura Petitenget, dan pantainya yang selalu…

Gado-gado di Sala, Hujan Pagi di Pantai

  “Sala itu dari bahasa Sanskerta, artinya rumah,” pramusaji cantik berkostum dan topi unik itu menjelaskan dengan kefasihan seorang karyawan yang telah di-training dengan baik. Saya merasa senang mendengar penjelasannya, dan tak menyesal telah bertanya. “Kebetulan kami baru…baru buka Desember lalu,” jelasnya lagi menambahkan tanpa saya minta. Mendadak, saya merasa telah menjatuhkan pilihan yang tepat.…

Senja di La Brisa

Apa yang berbeda Dari senja di La Brisa? Pada Rabu yang biasa Ketika matahari pukul lima Masih terasa membakar Menembus kaca-kaca bar Sepanjang Canggu Antara sawah-sawah yang tersisa Dan semak belukar Apa yang kita kejar? Sunset  di balik siluet Para peselancar Atau jejak kaki yang tertinggal Di pantai? Kerinduan yang janggal Untuk selalu kembali Ke…

Tergoda Nusa Penida

“Di Sumba ada apaan ya?” tanya Ellen kepada rekan kerjanya di kantor, ketika putrinya, Kiara akhirnya menyetujui tawaran ‘berdamai’ dengan cara liburan, dan memilih untuk pergi ke Sumba. Pertanyaan yang sama langsung terlontar dari saya ketika seorang teman mengajak nge-trip ke Nusa Penida. “Di Nusa Penida emang ada apaan?” Saya malah langsung teringat, dulu, ketika…

Makanan dan Pesona Masa Lalu Orang-Orang Gemuk

Wisata kuliner, sebuah frasa yang melukiskan praktik dan perilaku manusia modern tahun-tahun belakangan ini, sebenarnya bukanlah hal yang sama sekali baru, atau sesuatu yang khas dalam masyarakat industri. Leluhur kita, yang hidup di “zaman batu” sebagai kaum pemburu dan penjelajah sudah melakukannya, tentu saja dalam konteks psikologi yang berbeda. Hampir sepanjang sejarahnya, spesies manusia hidup…

“Mencari Rumah yang Lain”: Kota, Kopi, Ruang

Bangku semen memanjang, lampu-lampu bergelantungan. Seorang pria bercelana jogger abu-abu, sepatu sport dan polo shirt putih duduk di ujung bangku, bersedekap tangan, menatap ke kejauhan. Seorang yang lain, mungkin temannya, mungkin pacarnya, memotretnya. Klik. Pria bercelana jogger berdiri. Ganti posisi. Ganti pose dan gaya. Setelah beberapa kali jepretan lagi, dia menenteng ranselnya, masuk ke kafe,…

Solo 2017: Sebuah Catatan Kepulangan

—untuk Anjas dan Ariyanto …tengah malam dingin/ gairah kehidupan tak undur/ manusia seperti patung-patung/ kantuk di kedalaman bunyi gamelan Aku memetik bunga kemuning yang tumbuh di depan rumah, menaruhnya di gelas dan memajangnya di atas meja ruang tamu sehinga aroma harum lembut semerbak memenuhi udara malam yang dingin. Aku memotret gang-gang sepi, ketika anjing-anjing milik…