15 Butir “Filsafat” atau Lebih yang Kupelajari dari (Novel) Albert Camus

1. Orang-orang tua biasanya bodoh.

2. Laki-laki baru menjadi laki-laki sebenarnya di umur 50 tahun. Tapi, hanya orang berumur 50 tahun yang mengatakan hal itu.

3. Tubuh yang molek dapat membantuku bernapas.

4. Orang seumuran kita tidak pantas mencintai. Kita hanya saling menggembirakan. Nanti, setelah kita tua dan lemah, baru kita bisa mencintai.

5. Kau ini miskin, itu saja sudah cukup untuk menjelaskan setengah dari kegelisahanmu. Yang setengahnya lagi, itu ada karena kau bersedia miskin.

6. Hanya ada satu hal serius yang layak kita bicarakan: pembenaran akan hidup kita.

7. Dengan tubuhmu, satu-satunya tugasmu dalam hidup adalah berbahagia.

8. Aku kerja delapan jam sehari. Andai saja aku merdeka!

9. Menyadari batasan tubuh adalah psikologi yang sebenarnya.

10. Kita tidak pernah punya waktu untuk menjadi diri kita sendiri. Kita hanya punya waktu untuk menjadi bahagia.

11. Aku senantiasa memberontak, dan itu tidak baik.

12. Manusia tidak bisa berbahagia tanpa uang —pada diri makluk-makluk kelas atas ada semacam snobisme spiritual yang membuat mereka tak percaya bahwa orang butuh uang untuk bahagia. Itu bodoh, itu salah, itu hanyalah perkataan seorang pengecut.

13. Mudah bagi seorang manusia kaya untuk membahagiakan diri. Ia hanya perlu hidup begitu saja, bukan dengan keinginan akan sebuah pelepasan seperti kebanyakan orang hebat gadungan. Melainkan dengan keinginan akan kebahagiaan. Mereka hanya perlu waktu untuk menjadi bahagia. Punya uang berarti punya waktu. Waktu dapat dibeli. Semua dapat dibeli. Kalau kau lahir atau menjadi kaya, itu berarti kau punya waktu untuk menjadi bahagia, kalau kau memang pantas bahagia.

14. Ketampanan tidaklah penting untuk kehidupan berumah tangga.

15. Untuk seorang pria malang yang tidak senang berada di rumah(nya yang jelek), ada rumah lain yang lebih menyenangkan, lebih meriah, lebih bercahaya, dan selalu menerimanya dengan senang hati: kafe.

16. Kadang, keberanian untuk hidup lebih susah diraih daripada keberanian untuk bunuh diri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s